June 13, 2021

RADIOTEMA

MEDIA INFORMASI TERUPDATE

Siap-siap, vaksinasi gotong royong digelar mulai 17 Mei 2021


RADIOTEMA – JAKARTA. Vaksinasi Covid-19 dengan skema vaksin gotong royong akan dimulai pada 17 Mei 2021. Staf Khusus Menteri BUMN yang juga Koordinator Komunikasi Publik Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Arya Sinulingga mengatakan, pemilihan waktu pelaksanaan vaksinasi gotong royong usai lebaran memiliki alasan tersendiri.

“Jadi setelah lebaran, tanggal 17 Mei, karena inikan mau lebaran kalau dipepetin minggu ini, misal sudah ada yang berapa ribu divaksin tapi kemudian tertunda karena lebaran. Jadi supaya lebaran selesai dulu dan lancar kesananya pelaksanaannya lancar jadi jangan kepotong-potong gitu,” jelasnya dalam Dialog Produktif Kamis yang digelar KPC-PEN, Kamis (6/5).

Ia menjelaskan, pada prinsip dasarnya, vaksinasi gotong royong merupakan upaya dari para pengusaha dalam membantu pemerintah pemerintah untuk mempercepat vaksinasi kepada masyarakat.

“Pembeliannya itu dan prosesnya vaksinasi itu di tanggung oleh teman-teman swasta, dengan cara itulah mereka mencoba berkontribusi dan bergotong-royong bersama semua pengusaha-pengusaha untuk memvaksin karyawan atau buruh mereka sehingga dengan langkah ini maka hal ini berarti akan terjadi percepatan,” imbuhnya.

Baca Juga: Harga vaksin gotong royong diestimasikan Rp 500.000 per dosis

Nantinya akan ada prioritas vaksinasi gotong royong. Vaksin ini penerimaannya ialah pekerja/karyawan/buruh atau perusahaan-perusahaan di sektor padat karya.

Arya melanjutkan, dalam hal ini untuk proses pertamanya ialah untuk perusahaan manufaktur seperti tekstil dan sebagainya yang jadi prioritas utama untuk divaksin dalam program vaksinasi gotong royong.

“Karyawan dipastikan akan gratis yang biayanya ditanggung pengusahaan. Itu ada aturan tidak boleh ada pembebanan kepada buruh dan karyawan,” kata Arya.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, perusahaan yang telah mendaftar program vaksinasi gotong royong saat ini ada 17.832 perusahaan dengan 8,6 juta sasaran penerima vaksin.

“Sangat antusias, kita sudah menunggu. Mereka sudah siap jadi prinsipnya dari segi perusahaan yang mendaftar mereka sudah siap untuk mau melaksanakan ini,” jelasnya.

Adapun untuk pendataan nantinya akan diintegrasikan dengan satu data milik pemerintah. Shinta menyebut, pendataan akan menggunakan aplikasi P-Care yang juga sudah digunakan dalam vaksinasi program pemerintah.

Hal tersebut guna menghindari adanya penerima vaksin ganda baik di program pemerintah maupun vaksinasi gotong royong. Shinta menekankan bagi mereka yang sudah mendapatkan vaksinasi program pemerintah tidak bisa mendapatkan vaksinasi gotong royong dan sebaliknya.

Selain prioritas kepada perusahaan padat karya, kata Shinta, sesuai arahan pemerintah, proritas juga diberikan kepada perusahaan yang berada pada zona merah. Maka dengan arahan tersebut, perusahaan padat karya di Jabodetabek-lah yang kemungkinan akan dilaksanakan tahap pertama vaksinasi gotong royong.

“Bukan berarti yang lain kemudian tidak akan mendapat. Ini cuman menunggu giliran ya, jadi saya bilang sama teman-teman pengusaha mohon kita semua bersabar karena nanti pada saatnya kami harapkan semua bisa mendapatkan,” ujarnya.

 

 



Source link